Senators Should Be Allowed to Vote According to Conscience

Thursday, 22-12-2005

I feel a bit disturbed to read about the response of Nazri towards 16 women senators who want to oppose to the Islamic Family Law (FT)(Amendment) Bill 2005, where he said he has directed the women senators to pass the bill in the senate, which means they cannot use the Senate to force the bill to be retracted.

I have issued a statement today on this matter to urge the government to allow senators to vote on the bill according to their conscience. (more…)

Biro Tatanegara Spread Racist Teaching

Wednesday, 26-10-2005

I have delivered a speech in Parliament on the allocation given to the PM’s department yesterday, 25th October 2005. In the ten minutes speech (we were only allowed to speak for ten mins), I have mentioned about the teaching of Biro Tatanegara, settlement for squatters of KL Linear City, issues related to Parliament and Elections Commission.

Part 1 of my speech is as follow:

Biro Tatanegara

Datuk yang diPertua, saya ingin minta Menteri di JPM untuk memberitahu dewan yang mulia ini tentang isikandungan latihan yang dianjurkan oleh Biro Tatanegara. Saya terima aduan daripada sesetengah peserta yang pernah menyertai latihan atau kursus Biro Tatanegara, mereka berkata pelatih di Biro Tatanegara itu menyebarkan ajaran atau fikiran yang melampau mengenai agama dan perkauman kepada para pelajar. Mereka diberi ajaran yang hanya mengagung-agungkan sesuatu kaum dan agama tetapi menyisih kaum dan agama yang lain di negara kita.

Datuk yang diPertua, saya ingin minta Menteri untuk menjelaskan tentang objektif dan tujuan asal kerajaan menubuhkan Biro Tatanegara dan samada kerajaan memantau kurikulum dan pelatih dalam biro ini? Saya difahamkan latihan Biro Tatanegara ini hanya diberi kepada pelajar kaum Melayu di kampus universiti dan ia tidak terbuka kepada kaum lain. Para pelajar ini dipilih untuk “cuci otak” selama seminggu di luar kampus supaya mereka dijadikan “budak baik” atau “pak turut” kepada kerajaan.

(more…)